Kisah 5 Datuk Penghulu Bangko: Persahabatan, Doa, dan Amanah Jabatan

Lima Datuk Penghulu di Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, menjalani momen bersejarah saat pengukuhan perpanjangan masa jabatan. Namun kebahagiaan itu diwarnai duka karena salah satu sahabat mereka, almarhum Hasanudin, telah berpulang. Kisah persahabatan, doa, dan amanah jabatan ini menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Kisah 5 Datuk Penghulu Bangko: Persahabatan, Doa, dan Amanah Jabatan
Kisah 5 Datuk Penghulu di Kecamatan Bangko yang Menginspirasi, Persahabatan dan Amanah Jabatan Abadi

ROHIL – TOPIKPUBLIK.COM – Sejarah kecil namun penuh makna tercipta di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Hari itu menjadi momen bersejarah bagi lima orang Datuk Penghulu yang bersahabat erat dan sama-sama menjalani pengabdian sebagai pemimpin di tingkat kepenghuluan.

Mereka hadir dalam acara pengukuhan perpanjangan masa jabatan Penghulu yang digelar Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Namun di balik senyum dan wajah ceria yang terpancar, terselip duka mendalam. Sebab, dari lima sahabat tersebut, satu di antaranya tidak dapat hadir. Ia telah lebih dulu berpulang ke hadirat Allah SWT pada Juli 2024.

“Seharusnya almarhum juga turut hadir dalam acara ini. Namun, takdir berkata lain. Kami hanya bisa mengenang dan mendoakan beliau,” ungkap Taufik Basirun, Penghulu Bagan Jawa Pesisir, dengan suara berat menahan haru.


Ziarah Persahabatan: Doa Tulus di Pusara Sahabat

Usai pengukuhan jabatan, keempat Datuk Penghulu itu sepakat untuk menziarahi pusara almarhum sahabat mereka, Hasanudin, Penghulu Labuhan Tangga Besar. Di bawah rindang pepohonan pemakaman, langkah mereka penuh khidmat. Dengan tangan menadah ke langit, mereka memanjatkan doa tulus agar arwah almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Tak banyak kata yang terucap. Hanya doa dalam hati, kesetiaan persahabatan, dan kesadaran bahwa amanah jabatan yang mereka emban bukanlah milik pribadi, melainkan titipan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Beliau adalah sahabat kami yang baik, selalu tulus dalam pengabdian. Kami mendoakan keselamatan, ketenangan, dan ampunan bagi segala khilaf dan dosa beliau,” tutur salah seorang dari mereka dengan mata berkaca-kaca.


Pesan Kehidupan: Jabatan Hanyalah Titipan

Kisah nyata ini menyimpan pelajaran yang mendalam. Jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta, dan yang tersisa hanyalah amal baik serta jejak pengabdian yang ditinggalkan.

Lima Datuk Penghulu Kecamatan Bangko – Taufik Basirun, Normansyah, Tarmizi, Jumino, dan Supratno – kini akan selalu mengingat persahabatan mereka bersama almarhum Hasanudin. Semangat kebersamaan dan pengabdian sang sahabat akan terus hidup dalam setiap langkah dan keputusan yang mereka ambil untuk masyarakat Rohil.


Inspirasi untuk Generasi Mendatang

Kisah ini bukan sekadar catatan perjalanan lima pejabat desa. Lebih dari itu, ini adalah cermin kehidupan, bahwa kekuasaan dan jabatan hanyalah sementara. Yang abadi adalah persahabatan, doa, dan amanah yang dijalankan dengan hati.

Semoga masyarakat Rokan Hilir, khususnya generasi muda di Kecamatan Bangko, dapat mengambil hikmah dari kisah ini. Bahwa menjadi seorang pemimpin, sekecil apapun lingkupnya, adalah tanggung jawab besar. Dan di atas semua itu, persaudaraan serta kesadaran akan kematian harus menjadi pengingat agar kita hidup lebih bijak dan penuh makna.


Editor: Thab411
Wartawan: Panca Sitepu