Dua Nelayan Bagansiapiapi Hilang, Kapal Ditemukan Rusak di Laut Parit Aman

Dua nelayan asal Bagansiapiapi dilaporkan hilang sejak Kamis saat cuaca buruk. Kapal korban ditemukan rusak di perairan Laut Parit Aman, Rokan Hilir, Riau. Pencarian masih berlangsung.

Dua Nelayan Bagansiapiapi Hilang, Kapal Ditemukan Rusak di Laut Parit Aman
Nelayan Hilang di Perairan Bagansiapiapi, Kapal Korban Ditemukan Rusak di Laut Parit Aman, Dua Orang Masih Dalam Pencarian Intensif

BAGANSIAPIAPI, TOPIK PUBLIK COM — Misteri hilangnya dua nelayan asal Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, sejak Kamis, 27 November 2025, hingga kini masih belum terpecahkan. Namun, secercah titik terang mulai muncul setelah sebuah bot kayu milik korban ditemukan dalam kondisi rusak parah di sekitar perairan Laut Parit Aman, wilayah pesisir Kabupaten Rokan Hilir.

Penemuan kapal tersebut pertama kali diinformasikan oleh Indra Adifa, kerabat dekat salah satu nelayan yang dilaporkan hilang. Menurut Indra, bot kayu itu ditemukan oleh warga nelayan setempat dalam keadaan tidak lagi layak beroperasi, dengan beberapa bagian lambung dan badan kapal mengalami kerusakan serius yang kuat dugaan akibat dihantam ombak besar dan arus laut yang kuat.

“Bot milik mereka sudah ditemukan di sekitar perairan Laut Parit Aman, tapi orangnya sampai sekarang masih belum ada. Kondisi kapal rusak cukup parah, kemungkinan besar terbawa arus kuat saat cuaca laut sedang buruk,” ujar Indra kepada wartawan, Senin (1/12/2025) sore menjelang malam.

Sebelumnya, kedua nelayan tersebut diketahui berangkat melaut seperti hari-hari biasa untuk mencari ikan. Namun, sejak Kamis lalu mereka tidak kunjung kembali ke daratan, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar di pihak keluarga. Setelah beberapa hari tanpa kabar, keluarga akhirnya menyampaikan laporan kepada warga dan masyarakat pesisir setempat, yang kemudian menginisiasi upaya pencarian secara swadaya.

Identitas dua nelayan yang hingga kini masih dinyatakan hilang masing-masing adalah Rozi alias Ozi, warga Jalan Pasir, Kelurahan Bagan Punak Pesisir, serta Jefri, warga Jalan KPL, Kelurahan Bagan Hulu, Bagansiapiapi. Keduanya dilaporkan hilang di tengah kondisi cuaca ekstrem, di mana perairan Bagansiapiapi dilanda angin kencang, gelombang tinggi, serta arus laut yang tidak bersahabat.

Sejak ditemukannya bot kayu milik korban, sejumlah nelayan setempat bersama pihak terkait terus melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi penemuan kapal, bahkan hingga ke perairan yang lebih jauh. Pencarian difokuskan dengan mengikuti pola dan arah arus laut yang diperkirakan membawa korban sejak awal kejadian.

“Pencarian masih terus kami lakukan. Selain menggunakan kapal nelayan, kami juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dan berharap dukungan penuh agar upaya pencarian bisa lebih maksimal,” tambah Indra.

Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kedua nelayan tersebut. Pihak keluarga pun masih berharap besar agar kondisi cuaca di perairan Rokan Hilir segera membaik, sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara lebih optimal dan aman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras akan tingginya risiko keselamatan nelayan tradisional, terutama saat menghadapi perubahan cuaca ekstrem di wilayah perairan pesisir Riau.


Reporter : Panca Sitepu
Editor : Thab411