Afrizal Sintong Bantah Isu Aliran Dana Jelang Musda Golkar Riau
Menjelang Musda Golkar Riau, Afrizal Sintong membantah tudingan pemberian aliran dana kepada Ketua DPD kabupaten/kota. Ia menilai berita tersebut menyalahi kode etik jurnalistik dan merusak citra partai. Afrizal menyerukan agar media menjunjung profesionalitas dan verifikasi fakta demi demokrasi yang sehat.
TOPIKPUBLIK.COM – ROKAN HILIR - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Riau, tensi politik internal kian menghangat. Salah satu kandidat calon Ketua DPD Partai Golkar Riau, H. Afrizal Sintong, dengan tegas membantah pemberitaan salah satu media online berinisial “M”, yang menyebut dirinya diduga memberikan aliran dana kepada sejumlah Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Dalam keterangan resminya, Afrizal menilai pemberitaan tersebut tidak berdasar dan menyalahi prinsip dasar etika jurnalistik, karena memuat tudingan tanpa konfirmasi yang sahih.
“Saya merasa nama saya dicemarkan secara sepihak. Pemberitaan itu langsung mencantumkan nama saya sebagai narasumber tanpa pernah melakukan konfirmasi kepada saya terlebih dahulu. Ini sangat merugikan saya secara pribadi maupun secara politik,” tegas H. Afrizal Sintong, yang juga dikenal sebagai tokoh muda potensial Partai Golkar di Riau.
Afrizal menilai tindakan media tersebut bukan hanya mencoreng nama baiknya, tetapi juga berpotensi merusak citra dan marwah partai di tengah momentum penting menuju Musda. Ia mengingatkan, setiap insan pers seharusnya menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta menerapkan prinsip verifikasi dan keberimbangan informasi sebelum mempublikasikan berita.
“Seharusnya, setiap pemberitaan dilakukan melalui proses peliputan yang profesional, didukung oleh pengumpulan data yang mendalam serta verifikasi fakta yang ketat. Media harus bisa menjadi pilar keempat demokrasi, bukan alat untuk menggiring opini publik secara keliru,” tambahnya.
Lebih lanjut, Afrizal juga menyayangkan munculnya media-media yang tidak berpegang pada standar kerja jurnalistik yang sehat, terutama menjelang kegiatan politik besar seperti Musda DPD Partai Golkar Riau. Menurutnya, publik perlu disajikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.
Sikap klarifikasi Afrizal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam dinamika politik daerah, integritas dan transparansi informasi adalah pondasi penting bagi demokrasi yang sehat. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada visi membangun Partai Golkar Riau agar lebih solid, maju, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Saya tetap konsisten untuk membawa Golkar Riau ke arah yang lebih baik. Mari kita jadikan Musda sebagai ajang demokrasi yang bersih dan bermartabat, bukan ajang saling menjatuhkan dengan isu-isu tidak benar,” tutup Afrizal Sintong dengan nada tegas.























