Bupati Asmar Safari Ramadan di Desa Wonosari Rangsang
MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Hidayatul Muttaqin, Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang, Ahad (8/3/2026).
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib, Isya, hingga Tarawih berjemaah yang berlangsung khidmat.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam Safari Ramadan merupakan upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
“Kehadiran kami di sini untuk memupuk jalinan silaturahmi serta memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujarnya.

Menurutnya, Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan persatuan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mari jadikan momentum ini untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Kabupaten Kepulauan Meranti agar semakin maju, sejahtera, dan religius,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Pembinaan Pengamalan Agama (P2A) Kecamatan Rangsang, M. Fadil, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta rombongan. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran serta penyaluran santunan bagi anak yatim dan piatu.
Menurutnya, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu bersumber dari swadaya masyarakat. Untuk tahun 2026, dana yang terkumpul mencapai Rp140 juta dan akan disalurkan kepada 122 anak yatim, piatu, dan yatim piatu dari 13 desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah yang semakin meningkat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Asmar juga menyerahkan santunan kepada kaum duafa serta cendera mata kepada pengurus masjid. Secara pribadi, ia turut memberikan bantuan sebesar Rp5 juta kepada anak yatim.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kepulauan Meranti, Wakil Ketua DPRD Antoni Shidarta, jajaran TNI dan Kementerian Agama, pimpinan OPD, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.























