Debit Air Sungai Kuantan Naik, BPBD Kuansing Siaga Banjir
Debit air Sungai Kuantan di Kuansing meningkat hingga mendekati zona merah. BPBD Kuansing mengimbau warga bantaran sungai wilayah hilir waspada potensi banjir akibat curah hujan tinggi di daerah hulu.
TELUK KUANTAN, TOPIKPUBLIK.COM — Kondisi debit air Sungai Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali mengalami peningkatan signifikan akibat tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu. Menyikapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kuantan wilayah hilir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, Rabu (13/5/2026).
Peningkatan debit air Sungai Batang Kuantan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Selain mengancam permukiman warga, naiknya permukaan air juga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, akses transportasi, hingga lahan pertanian warga di sejumlah kecamatan sepanjang aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, H. Yulizar, mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan terbaru dari Pos Duga Air (PDA) Lubuk Ambacang hingga pukul 17.00 WIB, ketinggian debit air Sungai Batang Kuantan telah mencapai 470 centimeter. Angka tersebut berada pada status zona kuning dan terus bergerak mendekati zona merah atau status siaga tinggi banjir.
“Izin melaporkan, berdasarkan pemantauan Pos PDA Lubuk Ambacang, saat ini ketinggian air mencapai 470 centimeter. Kondisinya berada di zona kuning dan mendekati zona merah,” ujar Yulizar saat memberikan laporan perkembangan situasi debit air sungai.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan rendah dan dekat aliran Sungai Kuantan. Pasalnya, kenaikan debit air masih sangat mungkin terjadi apabila hujan deras terus mengguyur daerah-daerah hulu yang menjadi pemasok utama aliran Sungai Kuantan.
Ia menjelaskan, tingginya debit air tidak hanya dipengaruhi curah hujan di wilayah Kuansing semata, tetapi juga kiriman air dari sejumlah daerah di Sumatera Barat yang bermuara langsung ke Sungai Kuantan. Berdasarkan laporan lapangan yang diterima BPBD, hujan deras terjadi di kawasan Muara Sijunjung dan beberapa daerah aliran sungai lainnya.
Adapun tiga sungai besar yang saat ini dilaporkan mengalami peningkatan debit air yakni Sungai Sukom yang berhulu dari Solok Selatan, Sungai Batang Ombilin dari Kabupaten Tanah Datar, serta Batang Palangki dari Kabupaten Solok. Ketiga aliran sungai tersebut diketahui bermuara ke Muara Sijunjung dan selanjutnya mengalir menuju Sungai Kuantan.
“Meski sempat terjadi penurunan debit air pada siang hari, hujan kembali turun dan menggenangi beberapa ruas jalan raya di wilayah Sijunjung. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” tambah Yulizar.
Situasi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa ancaman banjir belum sepenuhnya mereda. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak lengah serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan pemerintah daerah maupun BPBD Kuansing.
Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi kenaikan debit air Sungai Kuantan tersebut. Ia meminta seluruh camat, kepala desa, perangkat desa, hingga unsur terkait lainnya yang berada di sepanjang bantaran sungai agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya banjir.
Bupati menegaskan pentingnya langkah antisipasi dini dilakukan sejak sekarang guna meminimalisir risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan apabila debit air terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Saya minta seluruh camat dan kepala desa di bantaran Sungai Kuantan untuk waspada dan melakukan antisipasi dini,” tegas Bupati Suhardiman.
Selain itu, orang nomor satu di Kuansing tersebut juga meminta seluruh stakeholder terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, hingga relawan kebencanaan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur apabila kondisi darurat terjadi.
“Lakukan antisipasi dini dan tingkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kondisi banjir dan tetap mengutamakan informasi resmi dari pemerintah daerah. Warga yang tinggal di daerah rawan diminta mempersiapkan langkah evakuasi mandiri, mengamankan barang-barang penting, serta meningkatkan kewaspadaan terutama pada malam hari saat intensitas hujan tinggi.
BPBD Kuansing memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Kuantan melalui pos-pos pemantauan yang tersedia. Tim reaksi cepat juga disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di sejumlah wilayah hilir yang selama ini menjadi kawasan rawan terdampak luapan sungai.
Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada aparat desa, kecamatan, maupun petugas BPBD apabila menemukan tanda-tanda kondisi darurat atau kenaikan air secara signifikan di lingkungan masing-masing. Dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik, pemerintah berharap risiko bencana banjir dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
























