Wabup Rohil Tegaskan Konflik Nelayan Sinaboi Harus Transparan
Wabup Rohil Jhony Charles tegaskan konflik nelayan kerang Sinaboi harus diselesaikan transparan tanpa bekingan, libatkan Dinas Kelautan Riau pada 17 Juni 2025.
TOPIKPUBLIK.COM – ROHIL – Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, menegaskan bahwa penyelesaian konflik antar nelayan kerang di wilayah perairan laut Sinaboi harus ditempuh melalui jalur yang transparan, adil, dan bermartabat. Ia juga menekankan bahwa semua pihak yang terlibat wajib menghormati dan menerima hasil akhir keputusan yang akan ditetapkan dalam pertemuan lanjutan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Jhony Charles saat diwawancarai sejumlah awak media, seusai menghadiri pertemuan audiensi bersama puluhan nelayan di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (13/06/2025) di Bagansiapiapi.
“Untuk pembahasan lanjutan, akan digelar langsung di Kecamatan Sinaboi, dan saya pastikan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau akan hadir. Saya juga meminta Kepala Dinas Perikanan Rohil turut hadir secara langsung dalam forum tersebut,” tegas Wabup Rohil.
Lebih lanjut, Jhony Charles menginformasikan bahwa pertemuan krusial tersebut dijadwalkan pada Selasa, 17 Juni 2025, dan diharapkan dapat menjadi titik temu sekaligus titik akhir dari konflik berkepanjangan antar kelompok nelayan lokal yang sama-sama menggantungkan hidup dari hasil laut.
Sebagai pemimpin yang memikul amanah rakyat di wilayah berjuluk Negeri Seribu Kubah, Jhony Charles mengajak seluruh elemen, baik tokoh masyarakat, organisasi nelayan, maupun aparat pemerintahan, untuk berperan aktif menyuarakan kepentingan nelayan kecil dan menjaga kondusivitas kawasan pesisir.
“Saya tekankan, penyelesaian konflik ini harus benar-benar transparan. Jangan sampai ada yang bermain belakang atau memakai 'bekingan'. Nelayan kita ini bukan mencari kaya, tapi mencari makan. Jangan kita jadikan negeri ini seperti dijajah di tanah sendiri. Jangan ada intimidasi ataupun tekanan,” seru Jhony Charles dengan nada prihatin namun tegas.
Wabup juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rokan Hilir, yang dinilainya telah mengambil sikap arif dan bijaksana dalam meredam konflik serta mendorong solusi damai.
“Saya melihat HNSI Rohil telah mengedepankan sikap saling mengalah dan menggunakan kepala dingin. Ini langkah luar biasa. Mereka hadir bukan untuk memihak, tapi untuk mencari solusi yang adil. Saya harap semua sadar, negeri ini milik kita bersama, bukan milik satu dua orang saja. Sudahi konflik ini, demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dalam audiensi yang berlangsung hangat tersebut, hadir sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan antara lain: Kadis Perikanan Rohil M. Amin, Kabid Perikanan Tangkap Helpi Saputra, Kasi Alat Tangkap Deni Arif, Camat Sinaboi, Ketua HNSI Rohil Jaswadi, Bendahara HNSI Rohil Lukman, Ketua DPP Topan RI Perwakilan Rohil Muslim, Tokoh Masyarakat Raja Bejamu Musfar, Penghulu Sinaboi Rafika, Pj Penghulu Sei Bakau Afrizal, serta sejumlah perwakilan nelayan dari Kecamatan Bangko, Sinaboi, dan sekitarnya.
Dengan semangat transparansi, keadilan, dan solidaritas nelayan lokal, pemerintah daerah berharap konflik ini segera menemukan jalan keluar terbaik tanpa mengorbankan hak hidup nelayan tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian pesisir.























