Kapolda Riau Bangun 39 Jembatan Desa, Akses Warga Pedalaman Kini Terbuka
PRESS RELEASE Nomor : 236/V/HUM.6.1.1/2026 Bidhumas Polda Riau Kamis, 14 Mei 2026
PEKANBARU, TOPIKPUBLIK.COM — Komitmen nyata Polda Riau dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terus diwujudkan melalui Program Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II. Hingga Rabu (13/5/2026), sebanyak 39 jembatan desa di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau berhasil dirampungkan dan kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Program pembangunan jembatan desa yang melibatkan sebanyak 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau tersebut menjadi simbol kuat kehadiran Polri Presisi yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan penegakan hukum, namun juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil dan pedalaman.

Pembangunan dan renovasi jembatan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat, mulai dari akses jalan yang terputus, jembatan rusak yang membahayakan keselamatan warga, hingga sulitnya mobilitas ekonomi dan pendidikan akibat keterisolasian wilayah.
Sejumlah jembatan yang telah selesai dibangun tersebar di berbagai daerah strategis di Provinsi Riau, meliputi Kabupaten Siak, Kota Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan hingga Kuantan Singingi. Sebelum dilakukan pembangunan dan renovasi, sebagian besar jembatan tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan dan tidak layak dilalui masyarakat.
Tak sedikit pelajar yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan rusak untuk menuju sekolah. Kini, dengan hadirnya infrastruktur yang lebih aman dan kokoh, akses pendidikan masyarakat desa menjadi lebih terbuka dan nyaman.
Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel Satgas Darurat Pembangunan Jembatan yang telah bekerja penuh dedikasi di lapangan demi kepentingan masyarakat luas.
Menurut Kapolda, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan bagian dari pengabdian kemanusiaan Polri untuk membuka harapan baru bagi masyarakat desa.
“Jembatan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat menuju pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang bekerja tanpa kenal lelah demi masyarakat,” ujar Kapolda Riau.
Ia menegaskan bahwa Polri harus mampu hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan solusi nyata atas persoalan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri. Ketika akses terbuka, roda ekonomi bergerak, anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir. Inilah bentuk pengabdian yang ingin terus kami hadirkan,” tambahnya.
Program pembangunan jembatan desa ini juga dinilai memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, keberadaan jembatan yang layak turut mempercepat akses pelayanan kesehatan, memperkuat konektivitas antardesa, serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menjelaskan bahwa proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan emosional antara Polri dan warga.
“Pembangunan ini bukan sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman, lancar, dan produktif,” jelasnya.
Selain membangun konstruksi baru, personel Satgas juga melakukan renovasi total terhadap sejumlah jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Tak hanya berhenti pada 39 jembatan yang telah selesai dibangun, saat ini Polda Riau juga tengah melanjutkan pengerjaan terhadap 37 jembatan lainnya di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Progres pembangunan pun bervariasi, mulai dari tahap pengerjaan pondasi, pemasangan rangka, pengecoran hingga tahap finishing.
Sementara itu, sebanyak tujuh titik lainnya telah memasuki tahap persiapan pembangunan dan survei teknis lapangan guna memastikan proses pengerjaan berjalan maksimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Beberapa proyek strategis yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan jembatan sepanjang 168 meter di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir. Proyek tersebut diharapkan menjadi akses vital yang mampu membuka konektivitas masyarakat desa dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
Selain itu, pembangunan akses penghubung desa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Kuantan Singingi, Bengkalis, Pelalawan hingga Kota Dumai yang selama ini membutuhkan perhatian serius terkait infrastruktur dasar masyarakat.
Program Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya keselamatan masyarakat, pemerataan pembangunan infrastruktur, akses pendidikan, serta penguatan social inclusion bagi masyarakat pedesaan dan wilayah terisolasi.
Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi secara umum tetap aman dan kondusif. Meski di beberapa lokasi personel menghadapi tantangan berupa cuaca hujan, medan berat, serta arus sungai yang deras, proses pengerjaan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi energi utama seluruh personel dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut.
Melalui program kemanusiaan ini, Polda Riau berharap pembangunan jembatan desa tidak hanya menjadi solusi atas persoalan akses masyarakat pedalaman, tetapi juga menjadi simbol kuat hadirnya negara di tengah rakyat hingga ke pelosok Bumi Lancang Kuning.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen Polri sebagai institusi yang humanis, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga desa di Provinsi Riau.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah
Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan tempat tinggal Anda melalui WhatsApp ke nomor 08136306547.
Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan kepolisian secara cepat, segera hubungi Call Center Polri 110.
Hormat kami,
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si
Kabid Humas Polda Riau
Kontak Media:
E-mail : humaspolda_riau1@gmail.com
No.Hp : 0816-1385-779 atau 0821-6900-6766
Facebook : Bid Humas Polda Riau
Instagram : @humaspoldariau
























