Sawit Tua Kebun TKD Pasaman Barat,  Dinas Terkait Beri Penjelasan Soal Produktivitas

#TOPIKPUBLIK.COM

Sawit Tua Kebun TKD Pasaman Barat,   Dinas Terkait Beri Penjelasan Soal Produktivitas

TOPIKPUBLIK.COM -- Pasaman Barat -- Kebun TKD (Tanah Kas Desa ) yang masih jadi perhatian masyarakat di sampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Roni Hendri Eka Putra, S.Hut apa adanya pada hari Selasa 31/10/23.

Dalam wawancara eksklusif dengan wartawan media topikpublik.com mengklarifikasi tentang kecurigaan masyarakat akan adanya dugaan kecurangan dalam pengelolaan kebun TKD. Hal itu tidak benar tegasnya.

Guna membuat terang Informasi, Kepala Dinas Memanggil dua orang staff Yusril, S.P Bagian Teknis Perkebunan dan M. Zulfikar Yusuf, S.P Analis Kebun, berdasarkan dari keterangan mereka berdua, bahwa Sawit TKD saat ini usia tanam antara 27 s/d 30 Tahun.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan Hasil Produksi, meningkatnya biaya perawatan dan operasional. Apalagi kebun sempat mengalami kendala perawatan selama terjadinya kisruh pelelangan Kebun TKD tersebut, kebun sempat mengalami keterlambatan panen dan dirawat sehingga rumput tumbuh besar serta padat, berdampak juga pada membengkaknya biaya perawatan kebun itu sendiri.

Tenaga teknis perkebunan menambahkan, biaya panen sawit muda (produktif) di banding sawit tinggi dan sudah berusia tua tidak sama, usia ideal sawit adalah 20 Tahun atau maximal 25 Tahun bila lebih dari itu selain menambah biaya perawatan juga akan menambah biaya operasional jelasnya 

Kemudian di sampaikan juga kondisi lain penyebab turunnya produktivitas kebun adalah banyaknya batang sawit yang mulai tumbang karena sakit, serta kendala alam trek buah ( produksi buah menurun) yang biasa terjadi pada tanaman sawit manapun

Terkait utk setoran uang pembelian sawit dapat dilaksanakan langsung oleh tim teknis lapangan yang disetorkan ke kas daerah dibawah pengawasan BAPENDA ( Badan Pendapatan Daerah ) jadi tugas ini tidak ada hubungannya dengan peron.

Dalam wawancara singkat ini, Roni selaku Kepala dinas Perkebunan dan Peternakan pada akhir wawancaranya menyampaikan bahwa apapun informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat, kita selalu tanggapi dan sikapi dengan baik.

Wartawan Sam

Editor Thab411