Dinkes Rohil Dorong Poskestren di Seluruh Pesantren

Dinas Kesehatan Rokan Hilir (Rohil) mendorong pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di seluruh pesantren guna memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas, melibatkan Kemenag dan Dinkes Provinsi Riau dalam advokasi dan koordinasi menuju pesantren sehat tahun 2025.

Dinkes Rohil Dorong Poskestren di Seluruh Pesantren
Dinas Kesehatan Rokan Hilir Dorong Pembentukan Poskestren di Seluruh Pesantren, Perkuat Layanan Kesehatan Santri

ROKAN HILIR – TOPIKPUBLIK.COM – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas pesantren, Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus mendorong pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di seluruh lembaga pendidikan Islam yang ada di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang promotif dan preventif di lingkungan pesantren.

Sebagai bentuk keseriusan, Dinas Kesehatan Rokan Hilir menggelar Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Poskestren Tingkat Kabupaten, yang berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di Bagansiapiapi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah antara sektor kesehatan dan pendidikan keagamaan untuk memperluas cakupan layanan kesehatan di kalangan santri.

Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir, Ners. Afridah, S.Kep, SKM, M.Kes, hadir langsung sekaligus menandatangani komitmen bersama penerapan Poskestren tahun 2025. Ia menegaskan bahwa pembentukan Poskestren merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pesantren yang sehat, mandiri, dan berdaya dalam bidang kesehatan.

“Poskestren bukan sekadar fasilitas kesehatan, tetapi juga sarana edukasi untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. Melalui kolaborasi lintas sektor, kita ingin memastikan setiap santri mendapatkan akses kesehatan yang memadai,” ujar Afridah.

Saat ini, dari 35 pesantren yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir, baru satu Poskestren yang telah terbentuk. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, Dinas Kesehatan Rohil menegaskan agar seluruh pesantren wajib membentuk Poskestren sebagai bagian dari Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Program ini diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif, serta mengurangi risiko penyakit menular di lingkungan pendidikan berbasis asrama.

Kegiatan advokasi dan koordinasi tersebut turut menghadirkan dua narasumber penting, yakni H. Suhaimi, S.Ag dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, serta Nong Irma Suryani, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Dalam pemaparannya, H. Suhaimi menekankan pentingnya sinergi antara sektor keagamaan dan kesehatan. Menurutnya, keberadaan Poskestren dapat memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya menanamkan nilai spiritual, tetapi juga membentuk santri yang sehat jasmani dan rohani.

Sementara itu, Nong Irma Suryani memberikan arahan teknis mengenai pembentukan dan pengelolaan Poskestren secara berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya pelatihan kader kesehatan pesantren, manajemen data kesehatan, serta dukungan berkesinambungan dari pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Rokan Hilir berharap seluruh pesantren di daerah tersebut dapat segera membentuk Poskestren secara mandiri dan terkoordinasi. Kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, dan pihak pesantren diharapkan menjadi kekuatan baru dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan santri.

“Kami ingin pesantren di Rokan Hilir menjadi model penerapan UKBM yang sukses di Provinsi Riau. Dengan Poskestren, santri bukan hanya belajar agama, tetapi juga tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutup Afridah.

Dengan terbentuknya Poskestren di setiap pesantren, diharapkan muncul generasi santri yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi Kabupaten Rokan Hilir menuju masyarakat yang sehat, produktif, dan religius.