Dua JPO Rusak di Jakarta Mulai Diperbaiki, Biaya Capai Rp 19 Miliar
Dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta, yakni JPO depan Polda Metro Jaya dan JPO Senen, mulai diperbaiki pasca rusak akibat demo. Kementerian PU targetkan pemulihan cepat, dengan estimasi biaya Rp 19 miliar demi kelancaran mobilitas warga ibu kota.
TOPIKPUBLIK.COM – Dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta yang mengalami kerusakan parah akibat aksi unjuk rasa, yakni JPO depan Polda Metro Jaya dan JPO di kawasan Senen, mulai memasuki tahap perbaikan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan langkah cepat ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto serta bentuk komitmen pemerintah dalam memulihkan fasilitas publik yang vital bagi warga ibu kota.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, kedua JPO tersebut menjadi prioritas utama karena memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, khususnya akses pejalan kaki ke layanan transportasi publik seperti halte Transjakarta.
“Perbaikan JPO ini kami kebut karena fungsinya sangat vital. Presiden Prabowo menginstruksikan agar pemulihan fasilitas umum yang terdampak segera dilakukan demi mendukung kelancaran aktivitas warga Jakarta,” ujar Dody dalam siaran pers, Kamis (4/9/2025).
Pekerjaan Dilakukan Secara Paralel dan Diawasi Ketat
Kementerian PU memastikan proses rehabilitasi infrastruktur dilakukan secara paralel untuk meminimalkan gangguan aktivitas masyarakat. Pekerjaan juga akan berada di bawah pengawasan ketat sehingga hasil perbaikan diharapkan memiliki daya tahan jangka panjang.
“Target kami, dalam waktu singkat dua JPO ini bisa kembali difungsikan agar mobilitas pejalan kaki lebih aman dan nyaman,” tambah Dody.
Selain di Jakarta, Kementerian PU telah mengidentifikasi kerusakan bangunan publik di sejumlah provinsi lain. Data sementara mencatat 21 gedung rusak ringan, 18 rusak sedang, dan 35 rusak berat di berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Bengkulu, Jambi, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Barat.
Estimasi Biaya Perbaikan Capai Rp 19 Miliar
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa biaya perbaikan dua JPO yang rusak akibat aksi unjuk rasa diperkirakan mencapai Rp 19 miliar. Angka ini mencakup perbaikan struktur jembatan dan fasilitas penunjang keselamatan pengguna.
“Setelah dilakukan penghitungan ulang, kerugian akibat kerusakan fasilitas umum di Jakarta naik signifikan. Dari sebelumnya Rp 55 miliar kini membengkak menjadi Rp 80 miliar karena dua halte Transjakarta dan JPO mengalami kerusakan serius,” terang Pramono saat menerima kunjungan Menteri PU di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Selain JPO, perbaikan juga mencakup 18 traffic light yang sempat padam, di mana 17 unit sudah rampung dikerjakan, hanya menyisakan satu di kawasan Slipi. Beberapa CCTV pengawas lalu lintas juga sedang dalam tahap perbaikan.
Pentingnya Perbaikan Cepat untuk Mobilitas Jakarta
JPO, halte Transjakarta, dan fasilitas transportasi publik lainnya memegang peranan vital dalam mendukung sistem mobilitas perkotaan Jakarta. Kerusakan infrastruktur ini bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran transportasi massal yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi ibu kota.
“Perbaikan cepat sangat dinantikan oleh masyarakat. JPO bukan sekadar jembatan penyeberangan, tetapi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan transportasi publik perkotaan,” pungkas Dody.
Kata Kunci SEO Terkait
-
JPO rusak di Jakarta, Perbaikan JPO Senen, JPO depan Polda Metro Jaya, Biaya perbaikan JPO Rp 19 miliar, Fasilitas umum rusak akibat demo, Perbaikan halte Transjakarta























