Pacu Jalur Rayon III Benai Resmi Dimulai, Plt Bupati Kuansing Tegaskan Pelestarian Budaya

Pacu Jalur Rayon III Benai resmi dimulai. Plt Bupati Kuansing H. Muklisin menegaskan komitmen melestarikan budaya Pacu Jalur sebagai warisan dan identitas daerah.

Pacu Jalur Rayon III Benai Resmi Dimulai, Plt Bupati Kuansing Tegaskan Pelestarian Budaya
Pacu Jalur Rayon III Benai Resmi Bergulir, Plt Bupati Kuansing Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Daerah

BENAI, TOPIKPUBLIK.COM – Tradisi budaya Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai resmi bergulir di Tepian Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Jumat (10/7/2026). Pembukaan ajang budaya tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pacu Jalur Kuansing tersebut ditandai dengan pelepasan hilir pertama oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, yang kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya kebanggaan masyarakat Melayu Kuantan.

Bagi masyarakat Kuantan Singingi, Pacu Jalur bukan hanya perlombaan adu cepat perahu tradisional di aliran Sungai Kuantan. Lebih dari itu, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun tersebut merupakan simbol persatuan, semangat gotong royong, kekompakan masyarakat, sekaligus identitas budaya yang menjadi kebanggaan daerah hingga dikenal luas di tingkat nasional bahkan internasional.

Usai melepas hilir pertama perlombaan, H. Muklisin menegaskan bahwa keberadaan Pacu Jalur harus terus dijaga sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kuantan Singingi. Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.

"Pacu Jalur adalah wajah Kabupaten Kuantan Singingi. Budaya ini tidak akan lekang oleh panas dan tidak akan tergilas arus perkembangan zaman selama kita semua terus menjaga, merawat, dan melestarikannya," tegas Muklisin di hadapan peserta, panitia, dan ribuan masyarakat yang memadati arena perlombaan.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai agenda pelestarian budaya daerah, termasuk penyelenggaraan Pacu Jalur di seluruh rayon, karena kegiatan tersebut bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kuliner, hingga promosi potensi daerah.

Menurut Muklisin, semakin berkembangnya perhatian publik terhadap Pacu Jalur merupakan peluang besar bagi Kuantan Singingi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati turut didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Drs. Muradi, Ketua Panitia Drs. Masnur Judin, serta Camat Benai Paimun Hendro. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap suksesnya penyelenggaraan Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai yang tahun ini diikuti sebanyak 54 jalur dari berbagai desa.

Muklisin juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat, tokoh adat, para atlet pacu, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan event budaya tersebut. Menurutnya, keberhasilan sebuah festival tradisional tidak hanya ditentukan oleh kualitas perlombaan, tetapi juga oleh semangat kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat.

"Kekompakan panitia dan masyarakat sangat menentukan suksesnya penyelenggaraan event ini. Mari kita jaga bersama agar Pacu Jalur tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi," ujarnya.

Ia menilai budaya gotong royong yang selama ini menjadi ruh penyelenggaraan Pacu Jalur harus terus dipertahankan. Sebab, nilai kebersamaan itulah yang menjadikan tradisi ini tetap hidup dan mampu bertahan melewati berbagai perubahan zaman.

Sementara itu, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana memastikan jajaran kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres menyampaikan keyakinannya bahwa pelaksanaan Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai akan berjalan lancar apabila seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan dukungan terhadap petugas keamanan yang bertugas di lapangan.

"Saya yakin pelaksanaan Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai dapat berlangsung aman dan lancar sepanjang masyarakat dan panitia tetap kompak serta didukung aparat keamanan yang bertugas secara maksimal," ujar AKBP Hidayat Perdana.

Ia juga mengimbau seluruh peserta maupun penonton agar menjadikan Pacu Jalur sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan sekadar kompetisi. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga citra positif festival budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.

Baik Plt Bupati H. Muklisin maupun Kapolres AKBP Hidayat Perdana sama-sama mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai persatuan, memperkuat solidaritas, menjunjung tinggi sportivitas, serta bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang telah mengharumkan nama Kuantan Singingi.

Pelaksanaan hari pertama Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai juga dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta ribuan masyarakat yang memadati Tepian Benai sejak pagi hari. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Pacu Jalur tetap menjadi magnet budaya yang memiliki daya tarik besar dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kuansing.

Atmosfer pertandingan berlangsung meriah dengan sorak-sorai penonton yang memenuhi tepian sungai, memberikan semangat kepada setiap jalur yang berlaga. Semangat kompetisi yang dibalut nuansa budaya Melayu menjadikan setiap pertandingan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap tradisi leluhur.

Salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian publik pada hari pertama mempertemukan Jalur Selendang Putri Danau Seroja dari Desa Tanjung Simandolak menghadapi Jalur 9 Langkah Arung Samudra dari Desa Banjar Benai.

Sejak pancang awal hingga mendekati garis akhir, kedua jalur menampilkan duel yang berlangsung sangat ketat. Para anak pacu saling menunjukkan kekuatan, kekompakan, serta teknik mendayung terbaik sehingga beberapa kali terjadi pergantian posisi di lintasan. Sorak penonton pun terus menggema mengiringi jalannya perlombaan yang berlangsung dramatis.

Ketatnya persaingan membuat panitia harus menggunakan tayangan ulang melalui monitor untuk memastikan siapa yang lebih dahulu mencapai garis finis. Setelah dilakukan proses verifikasi secara cermat, Jalur Selendang Putri Danau Seroja akhirnya dinyatakan unggul dengan selisih yang sangat tipis atas Jalur 9 Langkah Arung Samudra.

Hasil tersebut sekaligus menutup salah satu laga paling dramatis pada hari pertama Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai, sekaligus menambah semarak penyelenggaraan festival budaya yang setiap tahunnya selalu menghadirkan persaingan sengit, semangat sportivitas, serta kebanggaan terhadap warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi.

Penyelenggaraan Pacu Jalur Rayon III Benai kembali menegaskan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset budaya yang terus hidup, berkembang, dan menjadi perekat persatuan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, panitia, serta partisipasi aktif masyarakat, Pacu Jalur diyakini akan terus menjadi ikon budaya Kabupaten Kuantan Singingi sekaligus kebanggaan Provinsi Riau di tingkat nasional maupun internasional.