Hari Lahir Pancasila: TNI Tekankan Persatuan NKRI

Danrem 081: Keberagaman Jadi Kekuatan Bangsa

Hari Lahir Pancasila: TNI Tekankan Persatuan NKRI
Danrem 081/DSJ: Keberagaman Adalah Kekuatan Bangsa, Bukan Sumber Perpecahan

TOPIKPUBLIK.COM - BLITAR - Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (2/6/2025).

Menurut Untoro, keberagaman bangsa Indonesia—yang terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat—merupakan kekayaan nasional yang harus dirawat, bukan dijadikan alasan perpecahan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

> "Perbedaan dan keberagaman bangsa Indonesia hendaknya dijadikan kekuatan, bukan pemecah belah. Justru menjadi ciri khas dan keunggulan kita dibanding bangsa lain," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat persatuan tersebut selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, *Persatuan Indonesia*, yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Nilai-nilai Pancasila adalah perekat kita sebagai bangsa. Terutama sila ketiga yang menjadi jiwa dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah dinamika zaman yang terus berubah," jelas Danrem.

Dalam konteks pembangunan nasional dan pencapaian *visi Indonesia Emas 2045*, lanjut Untoro, menjaga persatuan dan kesatuan menjadi syarat mutlak untuk menuju bangsa maju, berdaulat, adil, dan makmur. Indonesia Emas adalah cita-cita kolektif seluruh anak bangsa yang hanya bisa diwujudkan dengan semangat gotong royong dan toleransi.

> “Semangat persatuan adalah kunci utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, yaitu visi besar Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, adil, dan berdaya saing global pada 100 tahun kemerdekaannya,” ungkap Pamen TNI Abituren Akmil 1998 tersebut.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun harmoni sosial di tengah masyarakat, termasuk dengan menjaga toleransi antarumat beragama, menolak ujaran kebencian, tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu, serta menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini, khususnya kepada generasi muda.

"Generasi muda adalah penerus bangsa. Mereka harus dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan, jiwa toleransi, dan semangat gotong royong agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang berpihak pada keutuhan NKRI," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Danrem 081/DSJ berpesan agar seluruh rakyat Indonesia senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman moral dan etika dalam berkehidupan.

> "Pancasila bukan sekadar dasar negara, tapi juga pedoman hidup. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," pungkasnya.