Jadwal Perang Air Cian Cui Selatpanjang 2026 Direvisi, Mulai Pukul 15.30 WIB
Pelaksanaan Perang Air Cian Cui Selatpanjang 2026 direvisi, kini dimulai pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB. Rute tetap melalui jalan utama kota, pedagang diarahkan ke Jalan Merdeka dan Taman Cik Puan selama event budaya nasional berlangsung.
SELATPANJANG – TOPIKPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) resmi merevisi jadwal pelaksanaan tradisi budaya Perang Air (Cian Cui) yang akan digelar di Kota Selatpanjang pada 17 hingga 22 Februari 2026.
Perubahan jadwal ini disepakati dalam rapat koordinasi teknis yang dipimpin langsung oleh Tengku Arifin, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Rapat berlangsung di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, Jumat (6/2/2026), dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait, termasuk perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas budaya dan pelaku UMKM.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Bahri, menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan mematangkan seluruh aspek teknis pelaksanaan event budaya berskala nasional tersebut, mulai dari jadwal kegiatan, pengaturan rute, hingga penataan pedagang dan bazar Ramadan.
“Rapat bersama ini digelar untuk mempersiapkan seluruh teknis pelaksanaan Perang Air (Cian Cui) tahun ini yang akan berlangsung pada 17 hingga 22 Februari 2026 di Kota Selatpanjang,” ujar Syaiful Bahri.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) di Gedung Kuning Kompleks Kantor Bupati, yang juga membahas kesiapan pelaksanaan event nasional Perang Air Cian Cui 2026.
Jadwal Perang Air Diubah, Mulai Setelah Salat Ashar
Dalam rapat kedua tersebut, para stakeholder sepakat untuk merevisi jadwal pelaksanaan Perang Air yang sebelumnya direncanakan dimulai pukul 14.30 WIB hingga 17.30 WIB. Jadwal tersebut dinilai kurang tepat mengingat bertepatan dengan aktivitas ibadah dan persiapan berbuka puasa di bulan suci Ramadan.
Akhirnya, rapat memutuskan bahwa pelaksanaan Perang Air (Cian Cui) tahun 2026 akan dimulai pada pukul 15.30 WIB atau selepas Salat Ashar, dan berakhir pada pukul 17.30 WIB, tepat sebelum waktu berbuka puasa.
“Dalam rapat kedua ini disepakati bahwa pelaksanaan Perang Air Cian Cui tahun ini dimulai pukul 15.30 WIB setelah Salat Ashar dan berakhir pukul 17.30 WIB, sebelum waktu berbuka puasa,” tegas Syaiful Bahri.
Perubahan jadwal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa sekaligus tetap menikmati tradisi budaya tahunan yang telah menjadi ikon pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti.
Rute Perang Air Tetap, Melintasi Jalan-Jalan Utama Kota
Sementara itu, untuk rute pelaksanaan Perang Air, pihak panitia memastikan tidak ada perubahan. Rute utama tetap melintasi sejumlah ruas jalan strategis di pusat Kota Selatpanjang, yaitu:
-
Jalan Diponegoro
-
Jalan Tebing Tinggi
-
Jalan Ahmad Yani
-
Jalan Imam Bonjol
-
Jalan Kartini
Rute tersebut dinilai paling representatif untuk menampung antusiasme masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas serta pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Penataan Pedagang dan Bazar Ramadan Selama Event Perang Air
Selain membahas teknis pelaksanaan Perang Air, rapat juga menetapkan kebijakan penataan pedagang jajanan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama event berlangsung.
Selama perayaan Perang Air pada 17–22 Februari 2026, para pedagang makanan dan jajanan yang biasanya berjualan di sepanjang rute Perang Air diminta untuk memusatkan aktivitas jualan di Jalan Merdeka hingga kawasan Taman Cik Puan, Kota Selatpanjang.
Penataan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran jalannya event budaya, sekaligus menciptakan kawasan kuliner yang tertata, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.
“Untuk bazar Ramadan selama Perang Air berlangsung, kita arahkan para pedagang menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Merdeka dan kawasan Taman Cik Puan Kota Selatpanjang,” jelas Syaiful Bahri.
Setelah masa pelaksanaan Perang Air berakhir, para pedagang diperbolehkan kembali ke lokasi jualan masing-masing hingga berakhirnya bulan suci Ramadan.
Perang Air Cian Cui, Ikon Budaya dan Pariwisata Meranti
Perang Air Cian Cui merupakan tradisi budaya tahunan masyarakat Tionghoa Selatpanjang yang telah berkembang menjadi festival multikultural dan daya tarik wisata nasional. Event ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, pariwisata, dan sektor UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pemerintah daerah berharap pelaksanaan Perang Air 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan meriah, sekaligus memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal.
























