Satgas TMMD Surakarta Gelar Penyuluhan Mitigasi Banjir dan Kebakaran
Satgas TMMD Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta bersama BPBD dan Damkar menggelar penyuluhan mitigasi bencana banjir dan kebakaran di Kelurahan Karangasem, Laweyan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.
TOPIKPUBLIK.COM – SURAKARTA – Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta menggelar penyuluhan dan sosialisasi mitigasi bencana banjir serta kebakaran. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, pada Jumat malam (8/8/2025).
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan, penanganan, dan pengurangan risiko bencana, sehingga warga dapat lebih siap jika menghadapi situasi darurat.

Acara dihadiri oleh Wadansatgas TMMD Mayor Inf Suwarko, Pasiter Kodim 0735/Ska Kapten Inf Narno, perwakilan BPBD Kota Surakarta Didik Sunarjono, S.E., M.M., jajaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Mayor Inf Suwarko menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari Sasaran Non Fisik TMMD Reguler Ke-125 yang digelar tahun 2025. “Kami menggandeng BPBD dan Damkar Kota Surakarta untuk memberikan materi yang komprehensif, mulai dari potensi risiko, teknik pencegahan, hingga prosedur evakuasi saat bencana banjir maupun kebakaran terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengetahuan mitigasi bencana bagi masyarakat Karangasem, mengingat wilayah ini memiliki potensi terdampak banjir akibat curah hujan tinggi, serta risiko kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. “Dengan kegiatan ini, diharapkan warga dapat lebih sigap, tidak panik, dan mampu melakukan langkah awal penanggulangan bencana secara mandiri sebelum bantuan tiba,” pungkasnya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh menghadapi bencana. Selain itu, kegiatan non fisik seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan dan gotong royong dalam menjaga keselamatan bersama.























