Satgas Yonif 645/GTY Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat di Yahukimo

Satgas Yonif 645/GTY Pos Kurima bersama warga Kampung Seima bergotong royong membangun gedung Klasis di Distrik Kurima, Yahukimo, sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dan semangat persatuan di Tanah Papua.

Satgas Yonif 645/GTY Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat di Yahukimo
Bukan Batu yang Menyatukan Kita, Melainkan Kasih”: Satgas Yonif 645/GTY dan Warga Papua Gotong Royong Bangun Gedung Klasis di Kurima

KURIMA, TOPIKPUBLIK.COM – Semangat persatuan, kepedulian, dan kasih menjadi fondasi utama yang mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat Papua. Nilai luhur tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha (GTY) Pos Kurima bersama masyarakat Kampung Seima, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (14/7/2026).

Mengusung tema “Bukan Batu yang Menyatukan Kita, Melainkan Kasih”, kegiatan ini tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik gedung Klasis, tetapi juga menjadi simbol nyata eratnya hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun kehidupan sosial, kemasyarakatan, dan keagamaan di Tanah Papua.

Sebanyak 10 personel Satgas Yonif 645/GTY Pos Kurima yang dipimpin langsung oleh Dantim Pos Kurima, Serda Adriyan, bersama masyarakat Kampung Seima bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan Klasis. Mulai dari mengumpulkan material bangunan, melaksanakan kerja bakti, membuat batako, hingga mengikuti doa bersama agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Papua. Kehadiran prajurit TNI bukan hanya sebagai aparat yang menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang siap membantu dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mendukung pembangunan sarana pelayanan keagamaan.

Lebih dari sekadar aktivitas pembangunan, gotong royong tersebut juga menjadi implementasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai kebersamaan, persatuan, kepedulian, keikhlasan, saling membantu, serta semangat pengabdian kepada sesama menjadi ruh dalam setiap pekerjaan yang dilakukan bersama.

Melalui semangat itu pula, masyarakat dan personel Satgas Yonif 645/GTY menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kokohnya bangunan yang berdiri, tetapi juga oleh kuatnya rasa persaudaraan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.

Sesuai arahan Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/GTY, Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara, S.M., seluruh personel Satgas senantiasa didorong untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menghidupkan budaya gotong royong sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

Menurut Dansatgas, gotong royong merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki makna sangat mendalam karena mampu meringankan pekerjaan yang berat, mempermudah berbagai kesulitan, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

Ia berharap pembangunan gedung Klasis di Kampung Seima nantinya dapat menjadi pusat pelayanan gerejawi, pembinaan moral, pembentukan karakter generasi muda, serta menjadi tempat musyawarah dan penguatan persaudaraan bagi jemaat-jemaat yang berada di sekitar Distrik Kurima.

Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang semakin harmonis, damai, dan penuh semangat kebersamaan dalam membangun wilayah Papua yang maju, aman, dan sejahtera.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kampung Seima menyampaikan apresiasi atas keterlibatan personel Satgas Yonif 645/GTY dalam proses pembangunan Klasis tersebut.

Menurutnya, kehadiran prajurit TNI yang turun langsung bergotong royong bersama masyarakat merupakan bukti nyata bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat.

"Dengan adanya kegiatan gotong royong ini membuktikan bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat," ungkapnya.

Kegiatan gotong royong berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat saling membantu. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus mempertegas komitmen Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/GTY dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan di wilayah penugasan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah pegunungan Papua, kolaborasi antara TNI dan warga seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan sejati tidak hanya dibangun melalui batu, semen, dan kayu, melainkan juga melalui kasih, persaudaraan, kepercayaan, dan semangat gotong royong yang menjadi perekat kuat persatuan bangsa Indonesia.

Sumber: Pen Satgas Yonif 645/GTY (Gardatama Yudha)