Bupati Asmar Lepas 75 Mubaligh Ramadhan di Kepulauan Meranti
Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar secara resmi melepas 75 mubaligh dan mubalighah Ramadhan 1447 H di Selatpanjang untuk menyebarkan dakwah, memperkuat syiar Islam, serta menyampaikan pesan pembangunan kepada masyarakat.
MERANTI – TOPIKPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi melepas puluhan mubaligh dan mubalighah yang akan bertugas menyampaikan dakwah selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Kuning, Selatpanjang, Rabu (18/2/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus pembinaan spiritual masyarakat di wilayah Kepulauan Meranti.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, kepala dinas, kepala kantor, kepala badan, kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Kementerian Haji, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kepulauan Meranti, Dewan Masjid Indonesia, serta pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kepulauan Meranti.
Kehadiran para tokoh pemerintahan, ulama, dan pemuka masyarakat tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam menyambut dan memaknai bulan suci Ramadhan sebagai momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan.
Wakil Ketua P2A (Pembina Pengamalan Agama Islam) Kepulauan Meranti, Ustadz Tito Hortanto, SHI, dalam laporannya menyampaikan bahwa para mubaligh dan mubalighah yang akan bertugas selama bulan Ramadhan berjumlah sekitar 75 orang.

“Mereka terdiri dari para dai, penyuluh agama dari Kementerian Agama, dai yang bertugas di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), para ustaz senior, khatib, serta tokoh-tokoh agama yang selama ini aktif membina umat di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama Ramadhan para mubaligh tidak hanya mengisi ceramah keagamaan pada malam hari, tetapi juga akan menjalankan berbagai kegiatan dakwah lainnya seperti khutbah Jumat, tausiah menjelang berbuka puasa, hingga pembinaan keagamaan di masjid dan mushala yang tersebar di berbagai wilayah.
“Selain ceramah Ramadhan, para mubaligh juga akan mengisi khutbah Jumat serta memberikan pembinaan keagamaan secara langsung kepada masyarakat di masjid dan mushala,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, para mubaligh akan bertugas di puluhan masjid dan mushala yang tersebar di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menurutnya, keberadaan organisasi P2A menjadi wadah penting bagi para dai dalam mengoordinasikan kegiatan dakwah, menyusun jadwal ceramah, serta memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
“P2A menjadi tempat berhimpunnya para dai untuk saling berkoordinasi dalam menyusun agenda dakwah yang terarah dan bermanfaat bagi umat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peran mubaligh sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam membangun karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar pembinaan keagamaan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian para mubaligh dapat tetap istiqamah dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih religius dan harmonis,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para mubaligh dan mubalighah yang selama ini konsisten memberikan pencerahan serta membimbing masyarakat melalui dakwah Islam.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian para mubaligh dan mubalighah yang terus berperan aktif dalam membina umat. Semoga apa yang dilakukan dilandasi dengan keikhlasan dan menjadi amal ibadah yang mendapat ridha Allah SWT,” ujar Asmar.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai agenda kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah program Safari Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Dalam program tersebut, para mubaligh terbaik daerah akan dilibatkan untuk memberikan tausiah dan ceramah keagamaan di berbagai masjid dan mushala di seluruh wilayah Kepulauan Meranti.
“Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah, para ulama, dan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di setiap kecamatan.
Selain sebagai penyampai dakwah, para mubaligh diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan berbagai program pembangunan daerah.
“Kehadiran mubaligh di tengah masyarakat tidak hanya memberikan pencerahan spiritual, tetapi juga dapat membantu menyampaikan informasi terkait pembangunan daerah kepada masyarakat,” kata Asmar.
Bupati Asmar juga berharap para mubaligh dapat berperan sebagai agen perubahan sosial yang mampu memperkuat nilai-nilai moral, etika, serta kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peran mubaligh sangat penting. Tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membangun akhlak masyarakat, menanamkan nilai persatuan, serta memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs. H. Sulman, turut memberikan pesan kepada para mubaligh agar menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan penuh hikmah.
Ia mengingatkan bahwa dakwah di bulan Ramadhan harus mampu menjaga kerukunan umat, menghindari provokasi, serta menjauhkan diri dari kepentingan politik praktis.
“Para mubaligh diharapkan dapat menyampaikan dakwah yang menenangkan, penuh kesejukan, serta mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan keharmonisan,” ujarnya.
Menurutnya, dakwah yang moderat dan menyejukkan sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia juga menekankan bahwa pesan-pesan keagamaan yang disampaikan para mubaligh hendaknya dapat menginspirasi masyarakat untuk terus memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
“Kami berharap para mubaligh dapat menjadi penyejuk umat, menjaga persaudaraan, serta membawa pesan kedamaian, keberkahan, dan persatuan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Acara pelepasan mubaligh dan mubalighah Ramadhan tersebut kemudian ditutup dengan pernyataan resmi dari Bupati Kepulauan Meranti yang secara simbolis melepas para dai untuk menjalankan tugas dakwah mereka di tengah masyarakat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, mubaligh dan mubalighah Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi saya nyatakan dilepas,” tutup Bupati Asmar.
Pelepasan mubaligh ini diharapkan mampu memperkuat syiar Islam di Kabupaten Kepulauan Meranti, sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan berkemajuan. (Infotorial)

Wartawan: Ade Tian Prahmana
Editor: Redaksi TopikPublik.com























