Koramil Jenar Latih Siswa SMK Negeri 1 Jenar, Perkuat Pendidikan Karakter dan P5
Koramil 11/Jenar Kodim 0725/Sragen melatih ketarunaan siswa SMK Negeri 1 Jenar dengan fokus pendidikan karakter dan Profil Pelajar Pancasila (P5) guna membentuk generasi muda berakhlak, disiplin, dan siap kerja.
SRAGEN - TOPIKPUBLIK.COM - Upaya membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalis terus digencarkan oleh jajaran TNI di wilayah. Melalui program pembinaan teritorial, Koramil 11/Jenar Kodim 0725/Sragen kembali menggelar pelatihan ketarunaan bagi siswa SMK Negeri 1 Jenar, Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam menanamkan pendidikan karakter sekaligus memperkuat implementasi Profil Pelajar Pancasila (P5) di lingkungan sekolah.
Pelatihan yang dipandu oleh Pelda Ary Yudha, selaku Bintara Tinggi (Bati) Koramil 11/Jenar, berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana yang edukatif, interaktif, dan penuh semangat kebangsaan. Program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai proses pembinaan berkelanjutan guna mencetak pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial yang tinggi.
Dalam keterangannya, Pelda Ary Yudha menegaskan bahwa pembinaan ketarunaan merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk kepribadian siswa. “Generasi muda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, mereka harus dibekali tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai karakter yang kuat. Pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Materi pelatihan yang disampaikan mencakup nilai-nilai dasar kehidupan yang relevan dengan perkembangan zaman, seperti religiusitas, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, hingga semangat cinta tanah air. Seluruh nilai tersebut diintegrasikan secara komprehensif dengan enam dimensi utama Profil Pelajar Pancasila (P5), yakni: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis.
Lebih jauh, Ary menjelaskan bahwa siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis sebagai calon tenaga kerja profesional yang akan terjun langsung ke dunia industri. Oleh karena itu, keseimbangan antara kompetensi teknis dan karakter menjadi kunci utama keberhasilan. “Nilai-nilai Pancasila yang tertanam dalam P5 akan membentuk sikap profesional, etos kerja tinggi, serta kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dalam lingkungan kerja yang dinamis,” tambahnya.
Pelaksanaan pelatihan dirancang dengan metode pembelajaran aktif (active learning), meliputi diskusi kelompok, studi kasus, hingga simulasi situasi nyata yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, sekaligus mendorong mereka untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai persoalan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi turut berperan aktif dalam setiap sesi, mengemukakan pendapat, serta berbagi pengalaman. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan mampu membangun keterlibatan emosional dan intelektual siswa secara optimal.
Salah satu peserta, Andi (17), mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menyebut pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya karakter dalam kehidupan. “Saya jadi lebih memahami bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun nanti saat memasuki dunia kerja. Ini sangat membantu kami sebagai siswa SMK untuk lebih siap menghadapi masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta memiliki jati diri kebangsaan yang kuat. Dengan pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, diharapkan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Ke depan, Koramil 11/Jenar berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program pembinaan ketarunaan di wilayah binaan. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global di era modern.
(Sumber: Agus Kemplu)























