Dermaga Peranggas Meranti Rusak Parah, Sopandi Tekan Pemda Segera Bangun Pelabuhan Baru

Sopandi desak Pemda Kepulauan Meranti segera bangun Dermaga Peranggas Rangsang Barat yang rusak parah. Infrastruktur vital ini penting bagi distribusi hasil pertanian, perikanan, dan konektivitas warga menuju Selatpanjang.

Dermaga Peranggas Meranti Rusak Parah, Sopandi Tekan Pemda Segera Bangun Pelabuhan Baru
Sopandi Desak Pemda Bangun Dermaga Peranggas Rangsang Barat, Infrastruktur Vital Kepulauan Meranti Kini Rusak Parah

MERANTI – TOPIKPUBLIK.COM – Kondisi Dermaga Peranggas di Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, kian memprihatinkan. Infrastruktur transportasi laut yang dulu menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian dan perikanan warga itu kini rusak parah dan tidak lagi layak digunakan.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti (DPRD), Sopandi, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) segera merealisasikan pembangunan dermaga baru. Ia menilai, pembiaran terhadap kondisi dermaga yang sudah berusia puluhan tahun tersebut berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Dermaga Peranggas, Warisan Zaman Bengkalis yang Kini Terabaikan

Secara geografis, Peranggas merupakan salah satu dusun di Desa Lemang yang berada di seberang Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebelum daerah ini dimekarkan dan masih menjadi bagian dari Kabupaten Bengkalis, dermaga tersebut dibangun sebagai akses utama transportasi laut.

Kala itu, hampir seluruh aktivitas warga bergantung pada dermaga ini. Hasil kebun seperti sagu, kelapa, dan komoditas pertanian lainnya diangkut dari Peranggas menuju Selatpanjang. Begitu pula sebaliknya, kebutuhan pokok dan barang dagangan dari pusat kota dibawa melalui jalur ini.

Namun seiring waktu, struktur bangunan yang sebagian besar menggunakan papan kayu mulai rapuh. Hanya tiang-tiang penyangga bawah yang terbuat dari konstruksi batu, sementara lantai atasnya menggunakan papan tebal. Kini, papan-papan tersebut terlepas satu per satu, menyisakan bangunan yang membahayakan keselamatan pengguna.

Sopandi: Kondisi Sudah Darurat, Butuh Langkah Konkret

Melihat kondisi tersebut, Sopandi yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Rangsang Barat angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dermaga Peranggas sudah masuk kategori darurat dan tidak bisa lagi difungsikan secara optimal.

“Kondisi dermaga Peranggas itu sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi. Dermaga itu dibangun saat zaman Bengkalis dan usianya sudah sangat lama,” tegas Sopandi, Selasa (3/3/2026).

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, dermaga bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan. Tanpa pelabuhan yang layak, distribusi hasil kebun dan aktivitas ekonomi masyarakat akan terganggu secara signifikan.

“Dengan kondisi seperti sekarang ini, tentu kami berharap ada pembangunan pelabuhan baru. Masyarakat kepulauan sangat bergantung pada akses laut. Jangan sampai roda ekonomi mereka terhambat hanya karena infrastruktur tidak memadai,” ujar lelaki yang akrab disapa Atah Pandi tersebut.

Urat Nadi Konektivitas Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir

Sopandi menekankan bahwa keberadaan Dermaga Peranggas memiliki nilai strategis dalam sistem konektivitas antarwilayah di Kepulauan Meranti, khususnya bagi masyarakat Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir menuju Selatpanjang.

Sebagai daerah kepulauan, transportasi laut adalah jalur utama mobilitas masyarakat, baik untuk mengakses layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun perdagangan. Tanpa dukungan pelabuhan yang representatif, jarak bukan hanya persoalan geografis, tetapi juga ekonomi dan sosial.

Saat ini, aktivitas bongkar muat dan naik turun penumpang hanya bisa dilakukan di bagian pangkal dermaga. Kapal-kapal kecil atau pompong bahkan harus bersandar menggunakan kempang sebagai alternatif darurat.

“Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Selain menyulitkan warga, juga sangat berisiko bagi keselamatan, terutama saat cuaca buruk atau air pasang,” tambah Sopandi yang berasal dari Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat.

Dishub Meranti Sudah Ajukan Usulan ke Kementerian Perhubungan

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, M Fakhri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan Dermaga Peranggas kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Menurutnya, proposal pembangunan tersebut juga telah dimasukkan dalam rencana pembangunan wilayah perbatasan di kementerian terkait.

“Sudah kita usulkan pembangunannya. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan bisa terealisasi sesuai harapan,” ujar Fakhri.

Saat ini, masyarakat pulau-pulau memang masih mengandalkan transportasi kempang untuk menuju Selatpanjang. Namun, kempang memiliki keterbatasan kapasitas, terutama dalam mengangkut barang belanjaan atau hasil kebun dalam jumlah besar.

Berbeda dengan dermaga permanen yang dirancang khusus untuk sandar kapal atau pompong, fasilitas tersebut memungkinkan aktivitas bongkar muat dilakukan secara efisien, aman, dan berkelanjutan.

Harapan Masyarakat: Infrastruktur yang Layak untuk Masa Depan Meranti

Kondisi Dermaga Peranggas bukan sekadar persoalan fisik bangunan yang lapuk. Ia menjadi simbol kebutuhan mendesak akan pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan.

Pembangunan dermaga baru di Peranggas diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi laut, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan keselamatan pelayaran, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Di tengah semangat pembangunan daerah, harapan masyarakat sederhana: akses yang aman, lancar, dan manusiawi. Sebab bagi warga kepulauan, dermaga bukan hanya tempat sandar kapal—melainkan pintu gerbang kehidupan. (Advetorial)

Wartawan: Ade Tian Prahmana