Leony Vitria Bedah APBD Tangsel 2024: Kesehatan Rp709 Juta, ATK Rp38 Miliar

Leony Vitria soroti laporan keuangan Pemkot Tangsel 2024. Anggaran kesehatan hanya Rp 709 juta, sementara ATK Rp 38 miliar, konsumsi rapat Rp 60 miliar. Publik desak transparansi APBD Tangsel.

Leony Vitria Bedah APBD Tangsel 2024: Kesehatan Rp709 Juta, ATK Rp38 Miliar
Leony Vitria Bongkar Laporan Keuangan Pemkot Tangsel 2024: Anggaran ATK Rp 38 Miliar, Kesehatan Hanya Rp 709 Juta

JAKARTA – TOPIKPUBLIK.COM – Mantan penyanyi cilik yang kini dikenal sebagai aktris dan pemerhati sosial, Leony Vitria, mendadak menjadi sorotan publik usai mengkritisi laporan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Tahun 2024. Melalui unggahan di akun Instagram Story miliknya, Leony membedah sejumlah pos anggaran yang menurutnya tidak masuk akal dan menunjukkan adanya ketimpangan dalam alokasi APBD.

Dalam unggahannya, Leony menampilkan tangkapan layar dokumen resmi Laporan Keuangan Pemkot Tangsel 2024 yang tebalnya mencapai lebih dari 520 halaman. Ia kemudian menyoroti anggaran program penyediaan farmasi, alat kesehatan, serta makanan-minuman kesehatan yang hanya diberi porsi Rp 709 juta. Jumlah tersebut dianggap jauh dari cukup untuk kebutuhan kesehatan masyarakat kota dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.

Sebaliknya, Leony menyoroti adanya pos anggaran yang begitu besar pada program penunjang urusan pemerintah daerah kabupaten/kota yang menyedot dana hingga Rp 2 triliun. “Itu program nomor satu yang paling menyedot anggaran sampai Rp 2 triliun. Nanti kita lihat ya, Rp 2 triliun itu buat apa saja,” tulis Leony dalam unggahannya, dikutip pada Sabtu (20/9/2025).

Anggaran Fantastis untuk ATK dan Suvenir

Tidak hanya sektor kesehatan, Leony juga mengungkapkan keheranannya pada anggaran alat tulis kantor (ATK) yang mencapai Rp 38 miliar serta pembelian kertas dan cover senilai Rp 6 miliar. “Beli alat tulis kantor Rp 38 miliar? Kertas dan cover Rp 6 miliar? Monmaap itu beli ATK atau pabriknya?” sindir Leony.

Selain itu, Leony menyoroti pula belanja souvenir Rp 20 miliar, konsumsi rapat Rp 60 miliar, hingga anggaran pembelian pakaian dinas dan belanja penambah daya tahan tubuh yang nilainya dinilai sangat tinggi.

“Kalau sektor kesehatan cuma Rp 709 juta, tapi souvenir bisa Rp 20 miliar dan konsumsi rapat Rp 60 miliar, di mana logikanya?,” tulis Leony lagi.

Kritik Anggaran Perjalanan Dinas dan Infrastruktur

Dalam unggahan lainnya, Leony juga menyinggung soal anggaran perjalanan dinas Pemkot Tangsel yang mencapai Rp 117 miliar, sedangkan perbaikan jalan hanya mendapat porsi Rp 731 juta. Perbandingan angka ini, menurut Leony, menunjukkan prioritas anggaran yang janggal.

Bahkan, ia membandingkan bantuan sosial (bansos) untuk warga Tangsel yang hanya setara satu bungkus mi instan per orang dalam setahun. Kritik ini semakin memantik respons publik yang menilai APBD Tangsel 2024 perlu diperiksa secara serius oleh lembaga penegak hukum.

Publik Ramai Dukung Leony

Unggahan Leony langsung memicu perbincangan luas di jagat maya. Banyak warganet menilai apa yang disampaikan Leony merupakan cerminan dari kekecewaan masyarakat terhadap transparansi pengelolaan APBD Tangsel.

Sejumlah komentar publik mendukung langkah Leony yang berani mengungkap angka-angka fantastis tersebut. Tidak sedikit pula yang mendorong agar Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun lembaga audit independen turun tangan memeriksa laporan keuangan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkot Tangsel belum memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait sorotan tajam yang dilontarkan Leony Vitria.