Pacu Jalur Kuansing 2025: BPJN Riau Kebut Perbaikan Jalan Pekanbaru–Teluk Kuantan
Menjelang Pacu Jalur Internasional 2025, BPJN Riau kebut perbaikan jalan nasional Pekanbaru–Teluk Kuantan demi kenyamanan dan keamanan ribuan pengunjung.
TOPIKPUBLIK.COM – PEKANBARU – Euforia masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kian memuncak menjelang Event Pacu Jalur Internasional 2025 yang akan digelar pertengahan Agustus ini di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Tradisi lomba dayung legendaris ini dipastikan kembali memikat ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara. Namun di tengah antusiasme tersebut, perhatian publik justru tersedot pada satu persoalan krusial: kondisi jalan nasional Pekanbaru–Teluk Kuantan yang rusak parah.
Jalur darat sepanjang 165 kilometer ini sejatinya menjadi urat nadi transportasi utama menuju arena pacu jalur. Bahkan, rute ini akan dilalui tamu-tamu penting, termasuk Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan hadir membuka acara. Alih-alih menyambut tamu dengan jalan mulus, realitanya jalur tersebut dipenuhi gelombang aspal, lubang menganga, hingga jembatan yang menimbulkan suara berderit saat dilintasi.
Kondisi tersebut tak hanya mengurangi kenyamanan perjalanan, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan. Para wisatawan, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat lokal pun berharap perbaikan segera tuntas sebelum festival dimulai.
Peninjauan Lapangan Ungkap Titik Kritis
Pada 6 Agustus 2025, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama instansi terkait melakukan peninjauan langsung. Hasilnya, kerusakan memang terjadi di sejumlah titik kritis—mulai dari jalan bergelombang, aspal mengelupas, lubang besar, hingga jembatan dengan tanda-tanda kerusakan struktural ringan. Pelat besi jembatan yang berisik saat dilintasi kendaraan menjadi indikator perlunya tindakan cepat.
Pertanyaan besar pun mencuat: mampukah perbaikan rampung tepat waktu sebelum ribuan orang memadati Kuantan Singingi untuk menyaksikan adu kecepatan jalur-jalur tradisional di Sungai Kuantan?
BPJN Riau Pastikan Percepatan Perbaikan
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanes Tulak Todingrara, memastikan pihaknya bekerja siang-malam demi mengejar target. Tim lapangan telah dibagi secara terstruktur untuk menangani tiap segmen kerusakan, baik di badan jalan maupun jembatan.
“Kami akan ratakan bahu jalan, menambal titik bergelombang, dan memperbaiki kerusakan secara menyeluruh,” tegas Yohanes saat ditemui di Teluk Kuantan, Rabu (6/8/2025).
Ia mematok target ambisius: seluruh pekerjaan selesai maksimal dua hingga tiga hari sebelum pelaksanaan Pacu Jalur 2025. Tidak hanya itu, BPJN juga akan menyiagakan petugas di lapangan selama acara berlangsung untuk mengantisipasi kerusakan mendadak.
“Kami akan tetap standby di lapangan jika ada kerusakan baru muncul,” tambahnya.
Libatkan Pemda dan Masyarakat
Upaya percepatan ini turut melibatkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuansing, termasuk mengatur akses di simpang-simpang perkebunan yang berpotensi mengganggu jalur utama. BPJN juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan titik rawan kecelakaan atau kerusakan yang dapat menghambat arus kendaraan wisatawan.
Kerja sama lintas pihak diharapkan mampu menciptakan akses yang aman, nyaman, dan layak. Yohanes optimistis, jalur Pekanbaru–Teluk Kuantan akan siap menyambut tamu, baik wisatawan umum maupun delegasi resmi, sehingga pengalaman mereka menonton Pacu Jalur Internasional 2025 akan berkesan dan membawa citra positif bagi pariwisata Riau.
Dengan waktu yang kian menipis, BPJN Riau berpacu dengan waktu—ibarat jalur-jalur yang akan berlaga di Sungai Kuantan—untuk memastikan bahwa jalan raya yang menjadi wajah Riau ini tidak mengecewakan mata dunia.























