Babinsa Sragen Dorong UMKM Sabit Tradisional, Tingkatkan Ekonomi Desa Blangu
Babinsa Desa Blangu, Sragen, aktif mendorong UMKM pembuatan sabit tradisional agar mampu bersaing di pasar modern sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
SRAGEN, LINTASTIMURMEDIA.COM – Upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa terus dilakukan oleh aparat teritorial. Babinsa Desa Blangu, Koramil 12/Gesi, Kodim 0725/Sragen, Serka Tri Mawardi, menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya usaha pembuatan sabit tradisional yang masih bertahan di tengah derasnya arus modernisasi, Selasa (14/04/2026).
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas pembinaan wilayah, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui kunjungannya ke salah satu sentra produksi sabit di Desa Blangu, Serka Tri Mawardi menyaksikan secara langsung proses produksi yang masih mempertahankan metode tradisional, sebuah warisan keterampilan yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Dalam kunjungan tersebut, Mawardi mengamati setiap tahapan produksi dengan seksama. Mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, proses penempaan besi dengan teknik tradisional, hingga tahap penyelesaian (finishing) yang membutuhkan ketelitian tinggi. Proses ini mencerminkan dedikasi dan keahlian para pengrajin yang tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga pengalaman dan rasa seni dalam menghasilkan alat pertanian yang fungsional dan bernilai jual tinggi.
Ia pun memberikan apresiasi atas konsistensi para pelaku UMKM yang tetap bertahan di tengah tantangan zaman. Menurutnya, usaha pembuatan sabit bukan hanya sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai historis dan kearifan lokal.
“Usaha seperti ini perlu kita dukung bersama. Selain menjaga keterampilan tradisional, juga mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan ekonomi keluarga di pedesaan,” ujar Serka Tri Mawardi saat berdialog hangat dengan para pengrajin.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif. Mawardi mendorong para pengrajin untuk mulai melakukan pengembangan, baik dari segi desain produk agar lebih ergonomis dan menarik, maupun dari sisi kualitas agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
Tidak hanya itu, Babinsa juga mengajak para pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Menurutnya, penggunaan media sosial dan platform digital dapat menjadi solusi efektif untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti media sosial, produk sabit buatan Desa Blangu bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tambahnya.
Langkah yang dilakukan Babinsa ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Dukungan terhadap UMKM dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.
Dengan adanya pendampingan dan motivasi yang berkelanjutan, diharapkan para pengrajin sabit di Desa Blangu tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku usaha yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era modern.























