Hari Ketiga Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing, BMKG Riau Keluarkan Peringatan Cuaca
Festival Pacu Jalur 2025 Teluk Kuantan hari ketiga disambut ribuan penonton. BMKG Riau rilis prakiraan cuaca dan peringatan dini hujan petir.
TOPIKPUBLIK.COM - TELUK KUANTAN – Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 yang berlangsung di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, kembali menyedot perhatian ribuan pengunjung pada hari ketiga, Jumat (22/8/2025). Sebagai agenda budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pacu jalur bukan sekadar perlombaan perahu panjang, melainkan juga warisan budaya Melayu yang telah diakui sebagai kebanggaan masyarakat Kuansing dan daya tarik wisata unggulan Provinsi Riau.
Keramaian di arena semakin terasa sejak pagi. Suara bedug, teriakan suporter jalur, dan gemuruh tepukan penonton berpadu menciptakan suasana penuh semangat. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa pacu jalur bukan hanya lomba, melainkan simbol persatuan dan identitas masyarakat Kuansing yang terus dijaga lintas generasi.
Namun, di tengah hiruk-pikuk festival, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Dalam prakiraan resminya, BMKG menyebutkan bahwa kondisi cuaca di Riau pada hari ketiga festival terpantau berawan dengan udara kabur sejak pagi. Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Indragiri Hilir.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca di Kuansing relatif cerah berawan sehingga jalannya perlombaan diperkirakan berlangsung lancar. Kendati demikian, hujan lokal dengan intensitas ringan tetap berpeluang mengguyur wilayah Bengkalis. BMKG mengimbau agar masyarakat, wisatawan, maupun peserta lomba tetap menyiapkan perlengkapan antisipasi seperti payung atau jas hujan, baik untuk melindungi diri dari teriknya sinar matahari maupun dari kemungkinan hujan tiba-tiba.
Pada malam hari, potensi hujan semakin meluas dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan diperkirakan mengguyur Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi, hingga Kota Pekanbaru. Bahkan, kondisi serupa diprediksi berlanjut hingga dini hari di beberapa wilayah lain seperti Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pekanbaru.
BMKG pun mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan disertai petir dan angin kencang.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di sebagian wilayah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru pada malam hingga dini hari,” jelas Deby C., Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, dalam keterangan resminya.
Selain prakiraan hujan, BMKG juga merilis data lengkap kondisi iklim harian. Suhu udara di Riau hari ini berada pada kisaran 23–34 °C dengan kelembapan udara mencapai 55–99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 km/jam, sementara tinggi gelombang laut di perairan Riau relatif rendah, yakni 0,5 – 1,25 meter, sehingga aman untuk aktivitas pelayaran.
Tidak hanya cuaca, perhatian BMKG juga tertuju pada titik panas (hotspot) sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan. Pada update pukul 23.00 WIB, terpantau 231 titik panas di wilayah Sumatera. Angka tertinggi berada di Sumatera Barat dengan 93 titik, disusul Bengkulu dan Sumatera Selatan masing-masing 38 titik.
Sementara di Riau sendiri, BMKG mencatat 15 titik panas, tersebar di Kampar (1), Indragiri Hilir (1), Indragiri Hulu (7), Pelalawan (2), dan Rokan Hulu (4).
Dengan kombinasi meriahnya Festival Pacu Jalur dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca serta lingkungan, masyarakat diharapkan dapat tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan. Pacu jalur tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkenalkan Riau ke mata dunia, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga alam agar tradisi ini terus lestari dari masa ke masa.























