Jenazah Driver Ojol Affan Kurniawan Korban Rantis Brimob Dimakamkan di TPU Karet Bivak
Driver ojol Affan Kurniawan tewas usai dilindas rantis Brimob di Jakarta Pusat. Jenazah dimakamkan di TPU Karet Bivak, suasana duka dan tuntutan keadilan mengiringi.
JAKARTA – TOPIKPUBLIK.COM – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal tragis setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam (28/8/2025). Jenazah Affan rencananya dimakamkan pada Jumat pagi (29/8/2025) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.
“Jenazah akan dimakamkan di Karet Bivak Blok AA1, Blad 1070, petak 0930, jam 9 pagi. Kemungkinan dari rumah duka berangkat sekitar jam 8,” ungkap Ketua RT setempat, Aqha, saat ditemui wartawan di rumah duka kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat.
Suasana Haru di Rumah Duka
Pantauan di lokasi, sejak dini hari kerabat, tetangga, dan rekan sesama pengemudi ojek online berdatangan memberikan penghormatan terakhir. Isak tangis keluarga tak terbendung saat jenazah Affan yang dibalut kain kafan disemayamkan.
Di depan rumah sederhana itu, terpajang karangan bunga ucapan belasungkawa dari Gojek, perusahaan tempat Affan mencari nafkah. Kehadiran rekan-rekan ojol semakin menambah suasana haru.
“Orangnya ramah, suka bercanda, dan gampang akrab. Affan itu sosok yang selalu bikin suasana jadi hangat,” kenang Hafidz (40), salah seorang rekan ojol yang hadir.
Sementara Hendri (42), pelayat lainnya, berharap tragedi memilukan ini tidak kembali terulang. “Semoga keluarga diberi ketabahan dan ikhlas. Kita semua berhak hidup, jangan sampai kejadian seperti ini merenggut nyawa lagi,” ujarnya.
Kronologi Tragedi Malam Berdarah
Affan tewas dilindas rantis Brimob bertuliskan Brimob saat terjadi demonstrasi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis malam. Menurut saksi, rantis melaju dengan kecepatan tinggi ketika massa sedang berhamburan. Naas, Affan yang berada di lokasi tak sempat menghindar.
Setelah insiden itu, massa yang menyaksikan kejadian sontak marah. Mereka mengepung dan memukuli kendaraan Brimob tersebut, bahkan sebagian berusaha mengejarnya. Namun, rantis tetap melaju meninggalkan lokasi tanpa berhenti menolong korban.
Tragedi ini memicu gelombang reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa seperti BEM UI dan BEM SI Kerakyatan yang menyatakan akan menggelar aksi protes besar-besaran menuntut keadilan bagi Affan.
Kapolri Listyo Sigit Minta Maaf
Menyikapi insiden yang menewaskan driver ojol itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa tragedi ini menjadi evaluasi besar bagi institusi kepolisian.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam untuk Almarhum Affan Kurniawan. Kami dari institusi Polri juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga dan seluruh rekan pengemudi ojek online atas musibah yang terjadi,” kata Listyo saat melayat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Kapolri menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan evaluasi dan penanganan lebih baik agar tragedi serupa tidak terulang. “Mudah-mudahan semuanya tetap terjaga dan bisa dikelola dengan lebih baik ke depan,” tegasnya.
Gelombang Empati dan Tuntutan Keadilan
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan tak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi simbol perlawanan atas praktik aparat yang dinilai ceroboh dan abai terhadap keselamatan warga.
Di media sosial, tagar #KeadilanUntukAffan dan #DriverOjolBerduka menggema, ribuan netizen menyuarakan simpati sekaligus menuntut keadilan. Berbagai komunitas ojol di Jakarta dan kota-kota lain juga berencana menggelar aksi solidaritas.
Hari ini, almarhum akan diantar ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, diiringi doa dan tangisan keluarga, sahabat, serta rekan-rekan seperjuangan di jalanan.























