LPER Sumut Dorong Pemerintah Intervensi Tekan Inflasi

LPER Sumut menggelar diskusi penanggulangan inflasi dan mendesak pemerintah menekan harga bahan pokok. Masyarakat rentan dilibatkan, edukasi publik diperkuat, serta bantuan sembako disalurkan untuk 200 warga guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.

LPER Sumut Dorong Pemerintah Intervensi Tekan Inflasi
LPER Sumut Gelar Diskusi Penanggulangan Inflasi Daerah Pemerintah Diminta Turun Tangan Tekan Harga Barang, Masyarakat Didorong Jaga Stabilitas Ekonomi

MEDAN – TOPIKPUBLIK.COM — Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Sumatera Utara kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengawal isu ekonomi kerakyatan. Melalui sebuah diskusi publik bertajuk “Penanggulangan Inflasi Daerah Sumut”, lembaga ini mendorong pemerintah untuk lebih aktif melakukan intervensi guna menekan kenaikan harga bahan pokok yang semakin memberatkan masyarakat.

Ketua LPER Sumut, Ir Ronald Naibaho, MSi, menegaskan bahwa lonjakan harga kebutuhan pokok telah berdampak signifikan terhadap masyarakat kecil, terutama kelompok rentan seperti para penyapu jalan serta kaum ibu yang memikul beban pengelolaan kebutuhan rumah tangga.

“Dalam diskusi ini kami ingin mendengar langsung keluhan dari para ibu dan kelompok masyarakat rentan. Dan benar, keluhan yang muncul hampir sama: harga kebutuhan pokok terus naik. Karena itu, kami meminta pemerintah segera melakukan intervensi dan menetapkan kebijakan strategis untuk mengendalikan harga,” ujar Ronald dalam kegiatan yang berlangsung di AW Cafe, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (14/11).


Ekonomi Belum Stabil, Masyarakat Diminta Tetap Bijak Mengatur Pengeluaran

Ronald menilai kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi tantangan besar. Inflasi yang bergerak fluktuatif membuat masyarakat harus semakin cermat dalam membelanjakan pendapatan mereka. Ia berharap publik tetap percaya pada langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menangani tekanan inflasi.

“Menjelang hari-hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok biasanya naik. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk hemat, bijak, serta mengutamakan kebutuhan prioritas,” tambahnya.

Diskusi tersebut diikuti sekitar 50 peserta, yang terdiri dari kelompok masyarakat rentan dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai peran generasi muda dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.


Panitia: Diskusi Bertujuan Tingkatkan Edukasi Publik Soal Inflasi

Ketua Panitia, Ilham Fauji Munthe, SE, ME, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai cara menghadapi inflasi. Tidak hanya sekadar diskusi, kegiatan ini juga dilakukan untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat dari lapisan terbawah.

“Melalui forum ini, kita ingin membantu Pemprovsu dalam mengontrol inflasi daerah. Suara masyarakat rentan harus didengar, karena merekalah yang paling merasakan dampaknya,” terang Ilham.


Pembagian Sembako untuk 200 Penerima Manfaat

Sebagai bentuk kepedulian sosial, LPER Sumut juga menyalurkan paket sembako kepada 200 kelompok masyarakat rentan. Paket bantuan berupa telur dan cabai merah dibagikan langsung kepada peserta yang hadir serta kepada warga di wilayah Marindal.

Aksi sosial ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi contoh kerja nyata dalam mendukung stabilitas harga pangan di Sumatera Utara.


Reporter: Rizky Zulianda
Editor: Thab212