Pekanbaru Rekrut 100 Satpol PP Profesional
Pemerintah Kota Pekanbaru akan merekrut 100 personel Satpol PP secara profesional tanpa titipan melalui sistem outsourcing.
TOPIKPUBLIK.COM – PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana membuka perekrutan besar-besaran untuk menambah kekuatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sebanyak 100 personel baru akan direkrut melalui mekanisme profesional, demi memperkuat penegakan ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
“Bulan depan kemungkinan sudah mulai proses penerimaan,” ujar Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat diwawancarai pada Selasa (17/6/2025).
Agung menegaskan bahwa seleksi penerimaan personel Satpol PP ini akan dilakukan secara transparan dan profesional, tanpa celah untuk praktik titipan ataupun intervensi dari pihak mana pun. Proses seleksi akan difasilitasi melalui sistem outsourcing resmi, bukan lagi dengan pola lama seperti Tenaga Harian Lepas (THL) yang kerap dikaitkan dengan isu nepotisme.
“Kita akan buka secara profesional melalui mekanisme outsourcing, dengan jumlah yang akan direkrut sebanyak 100 orang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Walikota Agung juga menggarisbawahi bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi sistem perekrutan pegawai non-ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru. Model perekrutan berbasis kualifikasi dan kompetensi kini menjadi prinsip utama, menggantikan pola lama yang bersifat informal dan sering diwarnai titipan pejabat.
“Ke depan, penerimaan pegawai honor akan terus kita buka, tapi bukan lagi dengan sistem kontrak bawah tangan seperti THL, atau karena ‘anak siapa’. Di sini akan kita pertandingkan secara adil, berdasarkan kualifikasi dan keahlian masing-masing. Itulah wujud birokrasi yang sehat dan profesional,” tegasnya.
Agung juga menjelaskan bahwa keberadaan tambahan 100 personel Satpol PP sangat penting untuk menjawab kebutuhan penegakan ketertiban di berbagai titik strategis kota. Pemerintah ingin memastikan bahwa ruang publik di Pekanbaru tetap kondusif, aman, dan bebas dari praktik menyimpang yang meresahkan warga.
“Misalnya, untuk menertibkan tempat-tempat maksiat, mengawasi tempat hiburan agar tidak melanggar aturan, menjaga ketertiban pasar-pasar tradisional—semua itu butuh kehadiran Satpol PP yang kuat dan terlatih. Karena itu, penambahan personel ini menjadi prioritas,” pungkasnya.























