Bupati Meranti Tekankan Toleransi dan Keamanan Perayaan Imlek 2577 Kongzili
Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menekankan pentingnya toleransi, keamanan, dan koordinasi dalam perayaan Imlek 2577 Kongzili di Selatpanjang, termasuk pelaksanaan tradisi Perang Air (Cian Cui) agar berjalan aman dan tertib.
MERANTI – TOPIKPUBLIK.COM – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar memberikan arahan penting terkait pelaksanaan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 Masehi dalam forum silaturahmi sekaligus rapat koordinasi bersama para Ketua Pengurus Majelis Vihara dan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) se-Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan pada Minggu (8/2/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah dan para tokoh agama untuk memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi dalam rangka menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan perayaan Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dalam arahannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa forum silaturahmi dan rapat koordinasi ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai wadah komunikasi, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, membangun sinergi, serta memastikan seluruh rangkaian perayaan Imlek berjalan aman, tertib, lancar, dan penuh khidmat.
“Perayaan Imlek bukan hanya sekadar tradisi keagamaan dan budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kebajikan, harapan baru, serta memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk,” ujar Bupati Asmar.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kerukunan antarumat beragama. Oleh karena itu, keharmonisan sosial yang telah terbangun dengan baik tersebut harus terus dijaga dan dipelihara bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, peran para ketua dan pengurus vihara serta TITD sangat strategis, tidak hanya dalam memberikan pembinaan kepada umat, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta suasana kondusif di tengah masyarakat, khususnya menjelang dan selama berlangsungnya perayaan Imlek.
“Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap terbangun komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan para pengurus tempat ibadah terkait rencana kegiatan, pengaturan teknis pelaksanaan perayaan, serta berbagai hal lain yang perlu menjadi perhatian bersama demi kelancaran kegiatan,” ungkapnya.
Bupati Asmar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti pada prinsipnya selalu memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat. Dukungan tersebut tentunya tetap mengedepankan aspek ketertiban umum, keamanan lingkungan, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan beragama.
“Pemerintah daerah selalu terbuka dan siap mendukung kegiatan keagamaan masyarakat selama tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmar juga menyinggung tradisi khas masyarakat Tionghoa di Selatpanjang, yakni Perang Air (Cian Cui) yang menjadi salah satu rangkaian perayaan Imlek dan telah dikenal luas sebagai tradisi budaya yang unik serta menjadi daya tarik wisata daerah.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi guna memastikan pelaksanaan tradisi Perang Air berjalan lancar, tertib, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kami berharap seluruh rangkaian acara Perang Air (Cian Cui) dapat berjalan sukses, tertib, dan mampu mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” kata Asmar.
Lebih lanjut, Bupati Asmar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat saling menghormati di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat, saya yakin seluruh rangkaian kegiatan perayaan Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berjalan dengan sukses dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan selama pelaksanaan perayaan Imlek.
Ia menjelaskan bahwa aturan terkait penggunaan kembang api dan petasan akan dijelaskan secara lebih rinci oleh Kasat Intelkam, termasuk dasar hukum serta ketentuan yang diperbolehkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Wakapolres juga menyampaikan bahwa Kapolres Kepulauan Meranti tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena harus memenuhi panggilan untuk mengikuti rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Istana Negara.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan tertib, karena tahun ini memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Selain perayaan Imlek, tradisi Perang Air juga bertepatan dengan momentum menyambut Bulan Suci Ramadan, sehingga seluruh pihak harus bersama-sama menjaga toleransi dan keharmonisan,” ujar Detis.
Ia menekankan pentingnya membedakan antara kegiatan ritual keagamaan dengan kegiatan hiburan masyarakat, sehingga pelaksanaan seluruh rangkaian acara tetap berjalan sesuai aturan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Wakapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kepulauan Meranti selama perayaan berlangsung.
Di akhir kegiatan, Bupati Asmar kembali menegaskan pentingnya pengaturan teknis di lapangan, khususnya terkait penggunaan kembang api serta pengaturan arus lalu lintas oleh pihak kepolisian, agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga selama perayaan Imlek berlangsung.
Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan perayaan Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berlangsung aman, meriah, serta menjadi simbol kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Sagu.
(Infotorial)

Wartawan: Ade Tian Prahmana























