Penerapan HSSE dan Dampak Nyata Program TJSL Kilang Dumai
Kilang minyak dumai Pertamina PT.KPI
TOPIKPUBLIK.COM – Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, melakukan kunjungan kerja ke PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) melalui unit operasinya di Refinery Unit II Dumai (Kilang Dumai). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Management Walkthrough (MWT) dan monitoring program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu fokus perhatian dalam kunjungan kerja ini, untuk melihat kinerja operasional kilang yang aman dan andal, sekaligus mengevaluasi implementasi budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), hingga program TJSL yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar.
“Penguatan budaya HSSE dan keberlanjutan merupakan fondasi utama dalam strategi bisnis Pertamina. Program TJSL tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi bagian integral dari strategi berkelanjutan yang menjangkau masyarakat dan lingkungan,” ujar Rudi dalam diskusi bersama manajemen di Main Office Kilang Dumai.
Rudi menegaskan bahwa kunjungan MWT ini menjadi wujud komitmen top management untuk memastikan operasional kilang berjalan aman sekaligus mendorong kesadaran keselamatan kerja di lapangan. “Monitoring digital dan MWT secara rutin terbukti efektif menekan angka fatality. Kami tekankan pentingnya kampanye keselamatan yang menyentuh sisi emosional, seperti mengingatkan bahwa keluarga menanti di rumah,” tambahnya.
Program TJSL di Kelurahan Mundam turut mrnjadi perhatian, dimana dilokasi ini dilaksanakan program Bedelau Minapolitan. Di sini, Rudi dan tim bertemu langsung dengan kelompok masyarakat dan UMKM binaan, serta meresmikan Rumah BUMN Dumai.
Program Bedelau Minapolitan mencakup pelatihan montir kapal, pembibitan mangrove, serta budidaya ikan dengan kolam bioflok yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Rudi juga memantau program intervensi stunting melalui pemanfaatan kebun hidroponik oleh kelompok ibu-ibu yang terintegrasi dengan layanan Poskeskel.
Hasilnya, sebanyak 11 dari 39 balita berhasil keluar dari kondisi stunting, sementara 20 ibu hamil dengan status KEK (Kekurangan Energi Kronis) telah mendapat pendampingan intensif.
“Alhamdulillah, program-program ini telah memberikan dampak yang positif dan nyata. Inilah esensi keberadaan kami: tidak hanya mendistribusikan energi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Rudi.





irwan


















