Pemko Pekanbaru Perluas TPA Muara Fajar II untuk Atasi Over Kapasitas Sampah

Pemko Pekanbaru menyiapkan perluasan TPA Muara Fajar II seluas 5 hektare dengan konsep sanitary landfill modern guna mengatasi over kapasitas sampah hingga 2.000 ton per hari.

Pemko Pekanbaru Perluas TPA Muara Fajar II untuk Atasi Over Kapasitas Sampah
Pemko Pekanbaru Siapkan Perluasan TPA Muara Fajar II, Gunakan Konsep Sanitary Landfill Modern untuk Atasi Krisis Sampah

PEKANBARU, JAGOK.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan yang kian kompleks. Salah satu upaya besar yang kini tengah dipersiapkan adalah perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar II di Kecamatan Rumbai, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Pemko Pekanbaru diketahui telah menyiapkan sekitar lima hektare lahan tambahan untuk mendukung perluasan kawasan TPA Muara Fajar II. Langkah ini dinilai mendesak mengingat kapasitas daya tampung TPA yang saat ini beroperasi sudah mengalami over kapasitas akibat tingginya volume sampah harian dari aktivitas masyarakat Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, usai memimpin rapat terkait rencana perluasan TPA Muara Fajar II, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin persoalan sampah menjadi ancaman serius bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat di masa mendatang. Karena itu, perluasan TPA dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern melalui penerapan sistem sanitary landfill.

“Lokasinya masih berada di kawasan TPA Muara Fajar II. Namun di samping area yang sudah ada, terdapat lahan milik Pemko yang dipersiapkan untuk pengembangan dan perluasan TPA,” ujar Agung Nugroho.

Menurutnya, konsep sanitary landfill dipilih karena dianggap lebih ramah lingkungan dibanding sistem pembuangan terbuka atau open dumping yang selama ini menjadi persoalan di banyak daerah. Sistem tersebut memungkinkan sampah dikelola secara terstruktur dengan metode penimbunan berlapis yang dapat meminimalisir pencemaran udara, tanah, maupun air di sekitar lokasi TPA.

Saat ini, TPA Muara Fajar II diketahui menampung sekitar 900 hingga 1.200 ton sampah setiap harinya. Volume tersebut berasal dari sampah rumah tangga, aktivitas pasar, kawasan usaha, hingga limbah perkotaan lainnya yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi Kota Pekanbaru.

Kondisi over kapasitas yang terjadi di TPA Muara Fajar II menjadi perhatian serius Pemko Pekanbaru. Jika tidak segera dilakukan penambahan lahan dan pembenahan sistem pengelolaan, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap efektivitas pelayanan kebersihan kota serta memicu persoalan lingkungan baru di masa depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan bahwa proses perluasan TPA kini sudah memasuki tahap perencanaan teknis. Pemerintah menargetkan tahapan awal pembangunan dapat mulai direalisasikan secara bertahap pada tahun ini.

“Insyaallah tahun ini mulai berjalan. Namun dilakukan secara bertahap karena kebutuhan anggaran untuk pembukaan dan pembangunan TPA baru memang cukup besar,” terang Reza.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil final dari proses perencanaan pembangunan guna mengetahui total kebutuhan anggaran secara rinci. Meski demikian, Pemko Pekanbaru memastikan proyek tersebut menjadi salah satu prioritas penting dalam sektor pengelolaan lingkungan hidup dan kebersihan kota.

Reza juga menambahkan, keberadaan lahan baru nantinya akan memberikan dampak signifikan terhadap optimalisasi pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Dengan penerapan konsep sanitary landfill, kapasitas tampung TPA diproyeksikan mampu menampung lebih dari 2.000 ton sampah per hari.

Tidak hanya sekadar memperluas area pembuangan, sistem baru ini juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis pemilahan. Sampah yang masuk ke TPA nantinya merupakan residu atau sampah akhir yang telah melalui proses pemilahan sebelumnya.

“Sampah yang masuk nantinya adalah residu, yakni sampah yang sudah dipilah terlebih dahulu. Jadi pengelolaan sampah ke depan lebih terarah dan modern,” pungkasnya.

Langkah perluasan TPA Muara Fajar II ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan Pemko Pekanbaru dalam membangun tata kelola lingkungan yang lebih baik. Di tengah tantangan urbanisasi dan meningkatnya produksi sampah perkotaan, pembangunan sistem pengelolaan sampah modern menjadi kebutuhan mendesak agar Pekanbaru mampu tumbuh sebagai kota metropolitan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Selain menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan kapasitas TPA, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kebersihan kota, mengurangi risiko pencemaran lingkungan, serta mendukung program pemerintah menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi pada masa depan hijau Kota Pekanbaru.